Pandangan matanya tertuju pada orang yang di
depannya,
Sebenarnya dia tidak melihat ke depan, tapi ke belakang atau bisa jadi melihat ke samping
kanan kirinya.
Tangannya menggapai orang di sampingnya,
Padahal ia menggapai orang yang di belakangnya
jauh bahkan orang yg di depannya sangat jauh
Sekarang, telinganya mendengar segala sesuatu
yang berada di sekelilingnya
Padahal bukan..
Ia mendengar sesuatu yang orang-orang tidak
bisa mendengarnya
Gerak bibirnya seakan
berucap sesuatu yg jelas, padahal dia pun tak mengerti apa yg dia ucapkan.
Gerakan badannya seakan bergerak seirama dengan
tempo angin saat itu
Gerakan badannya seakan bergerak bersama
sekumpulan orang-orang itu.
Padahal ia ingin bergerak bebas. Ia ingin
bergerak sendiri. Ia ingin bergerak sesuka-suka tempo dalam dirinya.
Raganya menampakan bahwa dia saat ini berada di
tempat itu. Bersama orang-orang itu.
Penglihatanya, pendengaranya, suaranya,
perasaanya menampakan sekarang dia bersama mereka.
Tapi semua itu hanya ilusi.
Lantas, ada dimanakah dia sekarang?
Sampai sekarang, ia masih terus mencarinya...
Jakarta, November 2016
Utami
Dwi Kania
No comments:
Post a Comment