Pages

Thursday, April 16, 2015

MENUNGGU



Menunggu adalah sesuatu yang penuh harap.  Berharap dengan tenang ataupun penuh kecemasan. Apakah yang dinantikanya  akan datang atau tidak?

Menunggu bagi siswa sekolah adalah saat pembagian raport. Apakah berwarna hitam atau merah? Atau berwarna warni?
Menunggu bagi anak-anak adalah ketika ayah dan ibunya berjanji akan membelikan ia permen.
Menunggu bagi ibu-ibu yang hendak ke pasar adalah ketika menunggu angkutan umum di halte. Apakah angkutan umum bernomor 01 atau 03?
Menunggu bagi keluarga yang  sedang makan malam di restoran adalah ketika menunggu pelayan membawakan pesanan makanannya.
Menunggu bagi pelamar kerja adalah saat berada di tukang potokopi. Mempotokopi berlembar-lembar surat lamaran, CV, Ijazah, KTP, dan sertifikat-sertifikat.

Yaahh menunggu. Satu kata penuh rasa.

Bulan menunggu matahari terbenam. Matahari pun menunggu bulan tenggelam.
Begitu juga pelangi yang setia menunggu hujan reda.

Menunggu itu sesuatu yang mengesalkan.
Menunggu kamu di perempatan jalan selama bermenit-menit ditemani oleh ratusan semut yang berlalu lalang.

Menunggu itu  sesuatu yang penuh pengharapan dan membahagiakan.
Menunggu kepompong bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Ohh indahnya.

Aku pun juga merasakan menunggu. Menunggu kamu yang di sana. Hingga doa-doa penuh harap kupanjatkan pada-Nya. Ku menanti dalam taat. Kumenanti  dalam sabar. Kumenanti bersama Cinta-Nya. Hingga kamu tiba di waktu yang indah dan tepat.

Dan pada akhirnya setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi ini pun akan menunggu. Menunggu sesuatu yang pasti, tapi tak ada yang pernah tahu kapan itu terjadi. Hanya DIA yang tahu segalanya, karena DIA yang menentukan.  Maka persiapkan bekal terbaik kita, agar dalam masa menunggu tidak dihantui rasa ketakutan.  Dan inilah masa akhir penantian kita yaitu...

Menunggu AJAL tiba. 

Kita adalah Kepingan Puzzle



Apakah kalian pernah bermain puzzle?
Ya saya pernah. Dulu waktu saya kecil sering main puzzle.
Cara mainya itu susah-susah gampang.  Jadi ada satu kesatuan gambar yang terdiri dari beberapa kepingan dengan bentuk yang berbeda-beda. Kita harus menyatukan kepingan-kepingan itu agar menjadi satu kesatuan gambar yang utuh. Tantanganya itu adalah karena memiliki kepingan-kepingan dengan bentuk yang beda-beda. Jadi kita harus meletakan kepingan itu di tempat yang benar. Kalo salah gimana?
Ga akan jadi satu kesatuan gambar yang utuh deh. 

Kalau inget permainan itu, jadi inget antara kita deh. Ehem, ceileh :D
Iya kita, antara aku dan kamu, kamu, kamu-kamu yang lain. Tuh kan kamu nya banyak. Hehe.

Puzzle Kehidupan

Coba bayangin, kita ini ibarat puzzle yang terdiri dari kepingan-kepingan yang terpisah dan tercecer.
Kemudian Allah mempertemukan kita untuk membentuk sebuah karya yang indah.  Saya dengan karakter dan potensi ini. Kamu yang satu dengan karakter dan potensi yang itu. Kamu-kamu yang lain dengan karakter dan potensi lainya yang berbeda-beda. Kita semua punya karakter dan potensi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Nah, bisa dibayangin kan betapa rumit hubungan kita.. Eeaa :D

Lanjut lagi ya..
Segala perbedaan itu lah tantanganya.  Kita semua terus berusaha untuk menempatkan diri di situasi dan posisi yang benar. Kita terus saling mengenal, menahan ego diri sendiri, dan menggali potensi hebat yang ada pada diri kita masing-masing. Butuh berapa lama? Pastinya ga bisa seharian. Butuh waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Ketika kita sudah mendapatkan chemistry nya, kita sudah tau berada pada posisi dimana diri ini, dan taraaa jadilah kita menjadi satu kesatuan, sebuah karya yang indah. Seperti halnya puzzle, semua bisa saling melengkapi. 
 
Jadi, mau jadi kepingan puzzle seperti apakah kita?
Harus jadi kepingan puzzle yang bermanfaat dong pastinya. ^^



OWOP_Narasi Gambar

Wednesday, April 8, 2015

Bolehkah Kupinjam Waktumu?



Bisakah kita berhenti sejenak dari segala hiruk pikuk ini?
Bisakah sebentar saja  kamu menyelipkan waktumu untuk kita bertemu?
Kita harus berbicara sesuatu yang penting!!

Sepertinya komunikasi kita selama ini sudah semakin buruk.
Sering terjadi prasangka dan kecurigaan diantara kita.

Bukankah sebaiknya kita bertemu?
Marilah bersua di tempat makan favorit kita.
Atau di warung kopi itu sekedar minum teh atau makan roti bakar?
Atau mungkin kita bertemu di rumahku atau aku yang ke rumahmu?
Kita ciptakan suasana santai.
Sedikit mengenang masa-masa dulu saat kita sering bersama melakukan banyak hal dan sedikit intermezzo.

Kemudiaan, kita bincangkan masalah kita.
Ya masalah aku dan kamu.
Inilah inti dari pertemuan kita bukan?
Menyelesaikan segala prahara diantara kita

Namun,  bolehkah aku meminjam waktumu?
Sebentar saja..