Kamu bisa.
Gw yakin lw bisa.
Gw suka banget sama kalimat-kalimat itu yang ditunjukan buat gw.
Jujur aja, gw ini sering ga PeDe-an untuk ngelakuin sesuatu yang baru atau amanah-amanah yang dikasih orang buat gw. Dalem hati "bisa ga ya gw, nanti malah hasilya jelek lagi, nanti gini lagi, nanti gtu lagi". Banyak pikiran dan perasaan yang gw bayang-bayangin. Udah takut duluan, udah grogi duluan.
Tapi, karena orang-orang terdekat kayak orangtua, sahabat, temen, dan pasangan hidup.. Eh yang pasangan hidup belum ada deh :D Seringkali mereka ini menumbuhkan dan mengembangkan rasa optimis gw. Yahh hanya dengan kalimat-kalimat itu.
"Tam, gw yakin lw bisa kalau kayak gini aja mah"
"Mi, lw bisa tau" *Mi di sini bukan Ummi ya :D
"Kania, kamu itu bisa ngelakuin itu udah tenang aja"
Gw ini orang yang ekstrovert, jadi dukungan dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh banget dalam kehidupan gw. Ceileh :)
Terima kasih ya semuanya yang selalu mendukung gw, yang percaya sama gw.
Coratan Coretan Tami biasa disingkat CCT. CCT berasal dari curahan hati dan pikiran Tami. CCT kadang isinya tentang kejadian nyata, khayalan, harapan, cita-cita, impian, cerita orang lain, dan jenis lainnya. CCT bisa dateng secara sengaja maupun tdk disengaja, dateng direncanakan maupun mendadak. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. SELAMAT MENIKMATI
Thursday, December 8, 2016
Saturday, November 19, 2016
Perjalanan Pelajaran
Perjalanan..
Bagi saya, setiap perjalan itu memiliki banyak arti.
Entah itu perjalanan jauh, sedeng maupun pendek.
Perjalanan ke warung sebelah rumah, perjalanan ke kampus, perjalanan AKAP (Antar Kota Antar Propinsi), dan perjalanan-perjalanan menuju tempat lainnya.
Perjalanan itu sebuah Perenungan.
Kalo aja setiap dari kita ini selalu aktifin radar, kayak lagunya Maudy Ayunda "dengan radarku menemukanmu". :)
Cuma kalo ini aktifin radar setiap indra. Kita "aktifin" mata, telinga, hidung, hati, dan pikiran.
In sya Allah setiap perjalanan kita akan menemukan banyak pelajaran.
Apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan secara langsung. Semua terpampang nyata setiap perjalanan kita.
Tapi, seringkali kita ga nyadar dengan semua pelajaran itu.
Seandainya kita sadar dengan semua pelajaran dalam setiap langkah perjalanan kita, maka kita semakin merenungi akan kehidupan kita. Semakin bersyukur, semakin ingin memperbaiki diri ini menjadi lebih baik lagi.. In sya Allah :)
Yuk ah "aktifin" radarnya. ^^
Yuk ah jalan-jalan :D
Sunday, November 13, 2016
Menuju Tujuan
Perjalanan hidupmu boleh jadi jauh sekali.
Hari demi hari hanyalah pemberhentian kecil.
Bulan demi bulan, itupun sekedar pelabuhan sedang. Pun tahun demi tahun,mungkin itu bisa kita sebut dermaga transit besar.
Tapi semua itu sifatnya pemberhentian. Dengan segera kapal kita berangkat kembali, menuju tujuan yang paling hakiki.
Tere Liye dalam novel Rindu
Hari demi hari hanyalah pemberhentian kecil.
Bulan demi bulan, itupun sekedar pelabuhan sedang. Pun tahun demi tahun,mungkin itu bisa kita sebut dermaga transit besar.
Tapi semua itu sifatnya pemberhentian. Dengan segera kapal kita berangkat kembali, menuju tujuan yang paling hakiki.
Tere Liye dalam novel Rindu
Friday, November 11, 2016
Muslimah Idaman
![]() |
| Muslimah |
Apa yang kamu bisa deskripsikan melihat poto di atas?
Muslimah yang lemah lembut..
Muslimah yang memiliki rasa malu..
Muslimah yang mampu menundukan pandanganya..
Muslimah yang baik hatinya..
Muslimah cantik luar dalem..
Mmhh Muslimah yang ketiduran di angkot..hehehe..Ketiduranya aja tetep cantik yaa :D
Kriteria Muslimah idaman banget ya itu.
Saya masih terus belajar untuk menjadi seperti itu. Bukan berarti saya menjadi orang lain. Tapi sebagai Muslimah memang harus bersikap lemah lembut, memiliki rasa malu, dll *catet.
Mampu menempatkan sikapnya sesuai kondisi dan situasinya.
Dannnn semua itu butuh proses pake banget. Karena basic nya kan saya itu pecicilan, klo ngomong suka ceracas cerocos, berisik, PeDe nya suka agak outside, dan lain-lainya. ^^
In sya Allah yaa kita semua mampu menjadi Muslimah idaman para mertua..ihiyy
Thursday, November 10, 2016
MENCARI
Pandangan matanya tertuju pada orang yang di
depannya,
Sebenarnya dia tidak melihat ke depan, tapi ke belakang atau bisa jadi melihat ke samping
kanan kirinya.
Tangannya menggapai orang di sampingnya,
Padahal ia menggapai orang yang di belakangnya
jauh bahkan orang yg di depannya sangat jauh
Sekarang, telinganya mendengar segala sesuatu
yang berada di sekelilingnya
Padahal bukan..
Ia mendengar sesuatu yang orang-orang tidak
bisa mendengarnya
Gerak bibirnya seakan
berucap sesuatu yg jelas, padahal dia pun tak mengerti apa yg dia ucapkan.
Gerakan badannya seakan bergerak seirama dengan
tempo angin saat itu
Gerakan badannya seakan bergerak bersama
sekumpulan orang-orang itu.
Padahal ia ingin bergerak bebas. Ia ingin
bergerak sendiri. Ia ingin bergerak sesuka-suka tempo dalam dirinya.
Raganya menampakan bahwa dia saat ini berada di
tempat itu. Bersama orang-orang itu.
Penglihatanya, pendengaranya, suaranya,
perasaanya menampakan sekarang dia bersama mereka.
Tapi semua itu hanya ilusi.
Lantas, ada dimanakah dia sekarang?
Sampai sekarang, ia masih terus mencarinya...
Jakarta, November 2016
Utami
Dwi Kania
Monday, October 10, 2016
Dapur Pijar Film - "PULANG" (Film Pendek)
Apa makna "Pulang" bagimu?
Apa makna "Pulang" bagi kita sebagai manusia?
Saksikan Film Pendek, persembahan dari Dapur Pijar Film.
Selamat menikmati.
Selamat PULANG.....
Tuesday, April 5, 2016
DARI MATA TURUN KE HATI
Mata..
Kata orang cinta itu awalnya dari mata, lalu ia turun ke hati. Tapi, untuk sekarang kita tidak bicarakan cinta dulu ya.
Allah menganugerahi mata kepada kita untuk melihat. Melihat segala ciptaan-Nya Yang Maha Besar.
Dengan mata kita bisa melihat keindahan alam
Dengan mata kita bisa melihat fisik sempurna kita
Dengan mata kita bisa melihat berbagai macam warna
Dengan mata kita bisa melihat orang-orang yg kita cintai
Dengan mata kita juga mampu merasa.
Maka, sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat tersebut, karena masih banyak saudara kita yang tidak bisa merasakan nikmat itu. Namun, dengan mata pula kita sering terperdaya dengan kepalsuan dunia.
Dengan mata, kita bisa melihat berlimpahnya kekayaan seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat megahnya rumah seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat pakaian seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat tingkatan seseorang.
Maka, kalau kita tidak kuat terhadap kilauan-kilauan tersebut. Ia bisa turun dari mata lalu ke hati menjadi suatu penyakit. Mari kita namakan ia si iri hati. Lalu ia berubah menjadi dengki (hasad).
Susah jika orang lain senang. Senang jika orang lain susah. Bahkan dengki ini sangat berharap hilangnya nikmat seseorang dan kenikmatan tersebut dapat berpindah kepadanya.
Ibnu Taimiyah mengatakan “Hasad adalah sekadar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.”
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar“. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
“Janganlah kamu sekalian saling iri, saling membenci, saling memata-matai, saling membukakan ‘aib, saling tipu, dan saling menjatuhkan, tapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara“.
(HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Yah terkadang mata ini kita gunakan untuk mentafakuri segala ciptaan-Nya. Untuk mengagungkan segala ciptaan-Nya Yang Maha Besar. Untuk mensyukuri atas segala nikmat-Nya.
Tapi terkadang, kepalsuan dunia ini mampu menyilaukan mata ini. Bagi siapa yang tidak kuat, maka akan terjangkit penyakit hati itu.
Mari pejamkan mata kita sejenak. Hiraukan segala apa yang dimiliki orang lain. Belum tentu orang lain memiliki apa yang dimiliki oleh kita bukan? Maka bersyukurlah.
Tahukah kita? Diri kita dan apapun yang kita miliki adalah hal yang paling baik untuk kita. Bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki orang lain, itu yang terbaik untuk mereka. Bukan untuk kita. Seandainya kita paham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati. Sayangnya, diantara kita saling membandingkan. Lalu menyakiti diri sendiri. (Kurniawan Gunadi – Mencari Tahu)
Notes:
Tulisan ini pernah dipublikasikan di Berita Online Islampos tanggal 10 Oktober 2014
https://www.islampos.com/dari-mata-turun-ke-hati-138549/
Kata orang cinta itu awalnya dari mata, lalu ia turun ke hati. Tapi, untuk sekarang kita tidak bicarakan cinta dulu ya.
Allah menganugerahi mata kepada kita untuk melihat. Melihat segala ciptaan-Nya Yang Maha Besar.
Dengan mata kita bisa melihat keindahan alam
Dengan mata kita bisa melihat fisik sempurna kita
Dengan mata kita bisa melihat berbagai macam warna
Dengan mata kita bisa melihat orang-orang yg kita cintai
Dengan mata kita juga mampu merasa.
Maka, sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat tersebut, karena masih banyak saudara kita yang tidak bisa merasakan nikmat itu. Namun, dengan mata pula kita sering terperdaya dengan kepalsuan dunia.
Dengan mata, kita bisa melihat berlimpahnya kekayaan seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat megahnya rumah seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat pakaian seseorang
Dengan mata, kita bisa melihat tingkatan seseorang.
Maka, kalau kita tidak kuat terhadap kilauan-kilauan tersebut. Ia bisa turun dari mata lalu ke hati menjadi suatu penyakit. Mari kita namakan ia si iri hati. Lalu ia berubah menjadi dengki (hasad).
Susah jika orang lain senang. Senang jika orang lain susah. Bahkan dengki ini sangat berharap hilangnya nikmat seseorang dan kenikmatan tersebut dapat berpindah kepadanya.
Ibnu Taimiyah mengatakan “Hasad adalah sekadar benci dan tidak suka terhadap kebaikan yang ada pada orang lain yang ia lihat.”
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kamu sekalian sikap hasad (dengki), karena sesungguhnya sikap hasad itu memakan (menghabiskan) kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan (menghabiskan) kayu bakar“. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).
“Janganlah kamu sekalian saling iri, saling membenci, saling memata-matai, saling membukakan ‘aib, saling tipu, dan saling menjatuhkan, tapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara“.
(HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Yah terkadang mata ini kita gunakan untuk mentafakuri segala ciptaan-Nya. Untuk mengagungkan segala ciptaan-Nya Yang Maha Besar. Untuk mensyukuri atas segala nikmat-Nya.
Tapi terkadang, kepalsuan dunia ini mampu menyilaukan mata ini. Bagi siapa yang tidak kuat, maka akan terjangkit penyakit hati itu.
Mari pejamkan mata kita sejenak. Hiraukan segala apa yang dimiliki orang lain. Belum tentu orang lain memiliki apa yang dimiliki oleh kita bukan? Maka bersyukurlah.
Tahukah kita? Diri kita dan apapun yang kita miliki adalah hal yang paling baik untuk kita. Bukan untuk orang lain. Apa yang dimiliki orang lain, itu yang terbaik untuk mereka. Bukan untuk kita. Seandainya kita paham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati. Sayangnya, diantara kita saling membandingkan. Lalu menyakiti diri sendiri. (Kurniawan Gunadi – Mencari Tahu)
Notes:
Tulisan ini pernah dipublikasikan di Berita Online Islampos tanggal 10 Oktober 2014
https://www.islampos.com/dari-mata-turun-ke-hati-138549/
Sunday, February 14, 2016
Diam-diam
Banyak hal yang belum kita sadari di dunia ini. Salah satunya adalah ketika kita jatuh hati pada seseorang.
Diam-diam kita memeperhatikanya bahkan melindumginya. Kita tidak mau ia terluka. Tapi, ia yang kita sayangi tidak sadar dengan apa yang telah kita lakukan.
Begitupun dengan diri kita sendiri.
Saking sibuknya menaruh hati pada seseorang, sampai kita tidak menyadari. Bahwa ada yang diam-diam menaruh hati pada kita. Ia rela melindungi kita.
Sadarpun tidak, apalagi untuk mengucapkan terima kasih pada ia yg sudah menyayangi kita. Walaupun, ia tahu bahwa kita menyayangi yang lainnya.
Semoga kita tidak menyesal atas segala keputusan-keputusan kita.
Semoga Allah selalu memberikan kelembutan kepada hati kita, supaya kita bisa menghargai setiap perhatian dari seseorang.
Notes:
Tulisan ini tulisan lama. Sya temukan di catetan sya. Sya tulis kembali dgn sdikit editan agar tersimpan rapih: D
Diam-diam kita memeperhatikanya bahkan melindumginya. Kita tidak mau ia terluka. Tapi, ia yang kita sayangi tidak sadar dengan apa yang telah kita lakukan.
Begitupun dengan diri kita sendiri.
Saking sibuknya menaruh hati pada seseorang, sampai kita tidak menyadari. Bahwa ada yang diam-diam menaruh hati pada kita. Ia rela melindungi kita.
Sadarpun tidak, apalagi untuk mengucapkan terima kasih pada ia yg sudah menyayangi kita. Walaupun, ia tahu bahwa kita menyayangi yang lainnya.
Semoga kita tidak menyesal atas segala keputusan-keputusan kita.
Semoga Allah selalu memberikan kelembutan kepada hati kita, supaya kita bisa menghargai setiap perhatian dari seseorang.
Notes:
Tulisan ini tulisan lama. Sya temukan di catetan sya. Sya tulis kembali dgn sdikit editan agar tersimpan rapih: D
Subscribe to:
Posts (Atom)
