Ini kisah seorang gadis.
Sedari kecil, beberapa kali ia suka memandang, mengamati, mendengar, dan merasakan sesuatu yang kadang membuat ia sedih, kecewa, dan terluka.
Lantas, apakah ia pernah merasa bahagia?
Sering, malah teramat sering. Tapi kesedihan sesekali nampaknya bisa menutup sementara kebahagiaan yang banyak itu.
Seiring waktu berjalan. Ia beranjak menjadi gadis dewasa yang lebih manis.
Kejadian-kejadian sedih tersebut terkadang berulang lagi.
Apakah sama rasanya?
Apakah sama caranya ia menghadapi?
Rasanya sama, hanya berbeda cara menghadapinya.
Aku yakin, ia adalah gadis yang semakin dewasa. Aku bisa melihat dari caranya ia bertutur kata dan bersikap.
Tapi suatu hari, aku melihatnya seakan-akan ia ingin lari saja dari permasalahan itu. Tapi aku yakinkan sekali lagi padanya, bahwa dengan berlari sama saja kamu menambah kepedihan. Bahwa dengan berlari berarti kamu meninggalkan orang-orang tersayangmu di belakang.
Yah gadis itu, bukanlah gadis yang hanya mementingkan perasaan saja. Akal pun dia selalu gunakan.
Waktu ke waktu, ia terus belajar. Belajar dari buku, belajar dari pengalaman orang, belajar dari orangtuanya, belajar dafi sahabatnya, belajar dari jalanan, belajar dari segala peristiwa yang terjadi di sekitarnya, dan belajar dari manapun ia berada.
Maka di sudut ruangan tepat di bawah cahaya redup ditemani hembusan angin, ia merenung.
Ia melihat kembali apa-apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sudah ia perbuat.
Lalu, ia menangis sejadi-jadinya.
Ia memohon ampun pada-Nya. Ia memohon dengan sangat belas kasih-Nya. Ia memohon rahmat-Nya. Ia mohon, semoga Dia memaafkan segala kesalahan-kesalahannya.
Sekarang, ia ingin menjadi lebih baik lagi. Maka ia pun tak henti untuk belajar.
Belajar tentang sebuah penerimaan.
Belajar tentang memaafkan. Belajar tentang sebuah keikhlasan.
Belajar tentang syukur.
Dan belajar tentang sebuah tawakkal.
Malam ini ia ingin tertidur pulas dan tenang. Ia menanti datangnya pagi. Karena baginya pagi selalu memberi harapan baik. Karena pagi artinya sebuah awalan.
Karena ia yakin, hari esok akan lebih indah dan bersinar.
Bekasi, Maret 2018
UK
Coratan Coretan TAMI
Coratan Coretan Tami biasa disingkat CCT. CCT berasal dari curahan hati dan pikiran Tami. CCT kadang isinya tentang kejadian nyata, khayalan, harapan, cita-cita, impian, cerita orang lain, dan jenis lainnya. CCT bisa dateng secara sengaja maupun tdk disengaja, dateng direncanakan maupun mendadak. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. SELAMAT MENIKMATI
Wednesday, March 21, 2018
Monday, October 23, 2017
Pertanyaan dan Jawaban yang Membingungkan
Bagi saya saat ini, pertanyaan yang membingungkan dan jawaban yang ikut jadi bingung adalah ketika ditanya,
"Tam, kriteria suami lo yang kayak gimana sih?"
Padahal, jelas-jelas gw udah nge-list kriteria-kriteria calon suami, tapi entah kenapa ketika dikasih pertanyaan itu jadi bingung ya. 😕
Rasa-rasanya, kalau ada orang yang nanya mengenai hal itu, pingin gw buka aja ini hati dan pikiran. Supaya mereka yang nanya, langsung bisa berselancar dan menyelami hati dan pikiran gw. Jadi gw ga usah capek-capek mikir dan bilang begini begitu. Heheheh... 😆
Yaudah segitu aja coretan hari ini. Gak penting sih. Hehehe..
Yang penting bisa mencurahkan isi hati dan menuhin isi blog. 😁
"Tam, kriteria suami lo yang kayak gimana sih?"
Padahal, jelas-jelas gw udah nge-list kriteria-kriteria calon suami, tapi entah kenapa ketika dikasih pertanyaan itu jadi bingung ya. 😕
Rasa-rasanya, kalau ada orang yang nanya mengenai hal itu, pingin gw buka aja ini hati dan pikiran. Supaya mereka yang nanya, langsung bisa berselancar dan menyelami hati dan pikiran gw. Jadi gw ga usah capek-capek mikir dan bilang begini begitu. Heheheh... 😆
Yaudah segitu aja coretan hari ini. Gak penting sih. Hehehe..
Yang penting bisa mencurahkan isi hati dan menuhin isi blog. 😁
Saturday, October 7, 2017
Pernahkah Kamu Merasa Lelah?
Pernahkah merasa lelah, kesel, dan kecewa dalam melakukan kebaikan?
Mungkin, niat kita telah berubah haluan dari yang seharusnya.
Niat awal semata karena Allah, di tengah jalan niat kita karena ingin diperhatikan, dipuji, dan dinilai oleh orang lain. Astaghfirullah 😢
Hati kita ini bukankah hati yang mudah terombang-ambing?
Bisa jadi, secara sadar atau tidak sadar kita berbelok haluan, menuju ke tujuan yang salah.
Pantas, hati ini terkadang merasa lelah dan kecewa.
Karena yang diharap penilaian manusia yang jika tidak sesuai harapan kita, maka kecewalah yang didapat.
Perjalanan kita sungguh sangat panjang.
Maka doa tetap harus dijaga. Doa minta keteguhan hati pada Allah, minta ketetapan hati agar niatan dari awal, tengah, hingga akhir semata-semata hanya karena Allah.
Hanya mendamba penilaian dari-Mu.
Semoga lelahnya sebuah kebaikan ini mendapat Ridho dari-Nya.
Aamiin ☺
Mungkin, niat kita telah berubah haluan dari yang seharusnya.
Niat awal semata karena Allah, di tengah jalan niat kita karena ingin diperhatikan, dipuji, dan dinilai oleh orang lain. Astaghfirullah 😢
Hati kita ini bukankah hati yang mudah terombang-ambing?
Bisa jadi, secara sadar atau tidak sadar kita berbelok haluan, menuju ke tujuan yang salah.
Pantas, hati ini terkadang merasa lelah dan kecewa.
Karena yang diharap penilaian manusia yang jika tidak sesuai harapan kita, maka kecewalah yang didapat.
Perjalanan kita sungguh sangat panjang.
Maka doa tetap harus dijaga. Doa minta keteguhan hati pada Allah, minta ketetapan hati agar niatan dari awal, tengah, hingga akhir semata-semata hanya karena Allah.
Hanya mendamba penilaian dari-Mu.
Semoga lelahnya sebuah kebaikan ini mendapat Ridho dari-Nya.
Aamiin ☺
Sunday, August 20, 2017
Hak-hak
Segala sesuatu yang ada pada diri dan sekeliling kita mempunyai hak-hak yang harus kita penuhi.
Badan kita berhak untuk beristirahat.
Diri kita punya hak untuk berlibur.
Orangtua kita punya hak untuk kita penuhi.
Lingkungan kita punya hak untuk kita jaga kebersihannya.
Barang-barang kita punya hak untuk kita rawat. Misal motor harus diservice rutin. Handphone punya hak untuk beristirahat.
Semuanya punya hak atas kita.
Maka, diri ini dan segala kepimilikan yang ada bersama kita saat ini, Allah berhak untuk mengambilnya kembali. Karena semua ini adalah titipan-Nya.
Thursday, January 12, 2017
Tentang Air Mata
Air mata yang Jatuh pertama kali itu terasa perih dan sakit.
Tapi, air mata yang jatuh setelahnya terasa melegakan.
Jakarta, 12 Januari 2017
Saturday, January 7, 2017
HAI 2017
Hai!
Ini tulisan pertama saya di tahun 2017.
Welcome 2017.
Salah satu resolusi saya di tahun ini adalah rajin menulis. Yaahh paling engga seminggu sekali buat tulisan. Doain ya, supaya mood nya baik terus dan bersahabat.
Saya ngebayangin, hari-hari saya di tahun 2017 akan menjadi hari yang seru, menegangkan, dan spektakuler. 💢💟🎇🎉
Saya akan bertemu dengan orang-orang baru lagi. So, menurut saya ketika kita bertemu dengan orang-orang baru, maka akan bertemu dengan masalah baru lagi. 😆
Jadinya penuh tantangan kan? Hehehe...
Sekarang aja, dengan intensitas saya yang sering ketemu, telponan, WA-an, ngumpul-ngumpul dengan banyak orang, ngebuat hari-hari saya jadi mumet, pusing, bikin kesel, bikin emosi, bikin nangis, dan perasaan-perasaan lainya. 😓😕😞😑😕😔
Tapi, dengan adanya perasaan-perasaan seperti itu ngebuat saya jadi lebih banyak belajar. Belajar untuk mengendalikan emosi, belajar sabar, belajar bijak, belajar dewasa, dan lainya. Bahkan dengan perasaan-perasaan itu ngebuat saya jadi inget sama Allah.. Suka mengadu sama Allah. Alhamdulillah.
Selain bertemu dengan masalah baru, kehadiran orang-orang baru dalam hidup saya, pastinya membuat saya semakin nambah ilmu baru, pelajaran baru, pengalaman baru, nambah jaringan, nambah temen baru, saudara baru, dan mungkin bisa bertemu dengan kamu yang akan menggenapakan separuh agama ini, Eeaaa awal tahun udah baper aja Neng 😝
Pokoknya mah hidup saya akan semakin penuh warna. Warna-warna baru, warna warni kehidupan dengan kalian, Hai orang-orang yang sudah lama singgah di hidup saya dan orang-orang baru yang akan singgah di hidup saya.
Bismillah. Siap-siap dulu yah..
Thursday, December 8, 2016
Aku Yakin Kamu Bisa
Kamu bisa.
Gw yakin lw bisa.
Gw suka banget sama kalimat-kalimat itu yang ditunjukan buat gw.
Jujur aja, gw ini sering ga PeDe-an untuk ngelakuin sesuatu yang baru atau amanah-amanah yang dikasih orang buat gw. Dalem hati "bisa ga ya gw, nanti malah hasilya jelek lagi, nanti gini lagi, nanti gtu lagi". Banyak pikiran dan perasaan yang gw bayang-bayangin. Udah takut duluan, udah grogi duluan.
Tapi, karena orang-orang terdekat kayak orangtua, sahabat, temen, dan pasangan hidup.. Eh yang pasangan hidup belum ada deh :D Seringkali mereka ini menumbuhkan dan mengembangkan rasa optimis gw. Yahh hanya dengan kalimat-kalimat itu.
"Tam, gw yakin lw bisa kalau kayak gini aja mah"
"Mi, lw bisa tau" *Mi di sini bukan Ummi ya :D
"Kania, kamu itu bisa ngelakuin itu udah tenang aja"
Gw ini orang yang ekstrovert, jadi dukungan dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh banget dalam kehidupan gw. Ceileh :)
Terima kasih ya semuanya yang selalu mendukung gw, yang percaya sama gw.
Gw yakin lw bisa.
Gw suka banget sama kalimat-kalimat itu yang ditunjukan buat gw.
Jujur aja, gw ini sering ga PeDe-an untuk ngelakuin sesuatu yang baru atau amanah-amanah yang dikasih orang buat gw. Dalem hati "bisa ga ya gw, nanti malah hasilya jelek lagi, nanti gini lagi, nanti gtu lagi". Banyak pikiran dan perasaan yang gw bayang-bayangin. Udah takut duluan, udah grogi duluan.
Tapi, karena orang-orang terdekat kayak orangtua, sahabat, temen, dan pasangan hidup.. Eh yang pasangan hidup belum ada deh :D Seringkali mereka ini menumbuhkan dan mengembangkan rasa optimis gw. Yahh hanya dengan kalimat-kalimat itu.
"Tam, gw yakin lw bisa kalau kayak gini aja mah"
"Mi, lw bisa tau" *Mi di sini bukan Ummi ya :D
"Kania, kamu itu bisa ngelakuin itu udah tenang aja"
Gw ini orang yang ekstrovert, jadi dukungan dari orang-orang terdekat sangat berpengaruh banget dalam kehidupan gw. Ceileh :)
Terima kasih ya semuanya yang selalu mendukung gw, yang percaya sama gw.
Subscribe to:
Posts (Atom)