Mata kita saling berbicara,
Setiap gerakan dan langkah kita juga saling berbicara,
Siluet-siluet kita sepertinya juga saling berbicara,
Kita bisa saling berbicara tanpa perlu mengeluarkan huruf
demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat.
Kita hanya saling bertatap, saling membelai, saling menyentuh,
saling berlarian, saling berkejaran. Hanya dengan itu semua kita mampu membaca,
mengartikan, memahami hati dan pikiran kita.
Apa karena kita pemalu sehingga tidak sanggup berbicara
dengan sebagaimana mestinya?
Rasanya tidak, aku bukan tipikal orang yang pemalu,,rasanya
dia juga bukan tipikal seperti itu.
Apa karena kita saling gengsi untuk mengungkapkanya dengan
kata-kata?
Mmmmhh mungkin.. atau terkadang seperti itu.
Atau mungkin, karena
takut.. takut dengan setiap kata-kata yang terucap membuat hati-hati ini
menjadi terluka, sehingga rasanya sangat menyakitkan, bahkan bukan hanya di
hati tapi di seluruh anggota badan dan akhirnya kita menjauh.. menjadi sangat
jauh?
Ya, sepertinya begitu.
Aaaaaahhhhhh,, entahlah, aku juga masih bingung dan akan
terus bingung.
Yang jelas aku dan kamu akan tetap saling bicara.
Utami Dwi Kania
April 2012
Semoga bermanfaat yaaa.
Ini tulisan aku yang dimuat pertama kali oleh Republika Online.
Ini tulisan aku yang dimuat pertama kali oleh Republika Online.
Sumber dari Republika Onlinenya
No comments:
Post a Comment